Diabetes Mempengaruhi Kulit

Bagaimana diabetes mempengaruhi kulit?

Diabetes Mempengaruhi Kulit Berikut ini dijabarkan secara mendetail beberapa masalah kulit yang lazim dikaitkan dengan diabetes.

  • Shin spot

Sekitar 50% Penyakit Diabetes kemungkinan besar mengalami shin spot, yakni bercak oval atau bulat yang berwarna cokelat muda atau kemerahan pada kulit di bagian bawah lutut sampai mata kaki. Bercak-bercak ini juga mungkin timbul di bagian lengan atas, paha dan bagian-bagian yang tulangnya menonjol. Luka-luka ini biasanya timbul di kedua sisi tubuh dan beberapa diantaranya mungkin muncul pada saat yang bersamaan. Shin spot lebih lazim terjadi pada pria ketimbang wanita.

  • Kulit yang memerah

Ini disebabkan oleh penyakit dimana terdapat bercak-bercak khas dengan kulit memerah padatungkai dan kaki manula. Bercak-bercak ini sering kali disebabkan oleh kerusakan pada tulang dibawahnya. Kadang kala bisa terjadi perubahan warna kulit yang kemerahan pada wajah, tangan. Dan kaki akibat kerusakan pembuluh darah yang lebih kecil pada kulit.

  • Kulit Menebal

Ini terjadi karena kerusakan pada protein kulit. Kerusakan ini bisa merupakan proses penuaan yang alami, tetapi perkembangannya lebih cepat pada Penyakit Diabetes.

Sekitar 75% pengidap diabetes yang berusia diatas 60 tahun cenderung memiliki kulit abnormal pada tangan dengan tingkat keparahan yang berbeda-beda. Kulit yang menebal pada bagian belakang jemari dapat mempengaruhi pergerakan secara negatif pada tahap yang lebih lanjut. Beberapa orang juga mungkin mengalami jemari yang kaku dan nyeri.

  • Bercak Putih

Hilangnya warna kulit dua kali lebih lazim terjadi pada pengidap diabetes yang tergantung pada insulin ketimbang pada orang yang tidak mengidap diabetes.

  • Infeksi

Infeksi bakteri dan jamur lebih sering terjadi pada pengidap diabetes, terutama jika kadar gula darah tidak terkendali. Diabetes perlu dicurigai terjadi pada wanita yang mengalami infeksi jamur dibagian vagina dan bagian luar alat kelamin yang tidak berespons terhadap pengobatan standar.Beberapa infeksi ini menyebabkan iritasi yang parah, warna kulit kemerahan, dan pengeluaran lendir putih yang abnormal.

Perawatan untuk masalah kulit pda pengidap diabetes tergantung pada jenis,tingkat keparaha penyakit, dan apakah itu secara negatif mempengauhi fungsi normal dari bagian yang terkena imbas.

Apa saja masalah kaki pada diabetes?

Diabetes Mempengaruhi Kulit, borok pada kaki, dengan atau tanpa infeksi dan gangrene, baik lokal ataupun melibatkan seluruh kaki adalah dua masalah kaki utama pada diabetes. Borok adalah luka berbentuk kawah pada kulit atau lapisan lendir dengan tepi yang jelas. Borok terbentuk akibat kerusakan pada kulit atau lapisa lendir karena beberapa penyebab , seperti peradangan, infeksi, dan lain-lain.Gangrene adalah kematian pada beberapa jaringan tubuh karena pasokan darah, infeksi bakteri, dan oembusukan pada jaringan sebagai akaibatnya.

 

Masalah kaki pada diabetes disebabkan oleh beberapa alesan. Hal ini mencakup kerusakan pada saraf kaki, tidak adanya atau berkurangnya pasokan darah, dan infeksi.

Apa saja klasifikasi masalah kaki pada diabetes?

Cedera pada kaki yang disebabkan oleh diabetes biasanya diklasifikasikan ke dalam lima tingkatan. Klasifikasi ini digunakan terutama sebagai panduan dalam penanganan cedera kaki.

Tingkat 0  

Pegidap diabetes manapun yang memiliki karakteristik yang memuat dianggap berisiko tinggi terkena borok pada kaki. Perawatan kaki secara teratur dan pemeriksaan bersama dokter bisa mencegah masalah kaki pad tingkat ini.

Tingkat 1

Borok ringan yang hanya terjadi pada bagian atas kulit termasuk dalam kelompok ini. Pada tahap ini, tidak ada infeksi. Biasanya, borok-borok ini terjadi karena kerusakan saraf, yang pada gilirannya mengurangi sensasi pada bagian yang terimbas. Inilah sebabnya borok-borok ini lazim terjadi pada tempat dimana berat badan bertumpu. Contohnya, bagian bahwa kaki atau jari-jari kaki yang bersentuhan dengan tanah. Kadang kala jaringan callus (kapalan) bisa timbul. Kapalan adalah penebalan area kulit tertentu. Kadang kala, kapapun mungkin menyembunyikan sebuah luka di bawah area yang menebal.

Tingakt 2

Tahap ini mencakup luka yang dalam dan yang menembus kulit serta jaringan dibawahnya. Mungkin terdapat infeksi pada kulit dan jaringan di bawahnya.Beberapa jenis bakteri, yang beberapa diantaranya sulit tumbuh pada medium buatan di laboratorium, bisa menyebabkan infeksi kulit pada pengidap diabetes. Namun tidak ada infeksi pad tulang kaki atau terbentuknya abses. Abses adalah kumpulan nanah yang terlokasikan dan dikelilingi oleh jaringan yang meradang.

Tingkat 3

Ini adalah tahap luka yang dalam dan acap kali mempengaruhi tulang. Juga, ada infeksi yang berkaitan denagn jaringan yang lebih dalam pada kaki.Pembentukan abses lazim terjadi pada tahap ini.

Tingkat 4

Pada tahap ini terjadi terputusnya pasokan darah dan karenanya terjadi gangrene pada bagian-bagian tertentu pada kaki. Kerusakan saraf kerap kali timbul dan bisa memperparah kondisi. Jika ada kerusakan saraf, tidak akan ada rasa sakit.Infeksi lazim terjadi pada bagian yang rusak dan mati pada kaki.

Tingkat 5

Ini adalah tahap dimana terjadi gangrene pada seluruh kaki karena terjadinya penyumbatan pembuluh-pembuluh darah terutama kaki. Kerusakan saraf dan infeksi biasanya memperburk kondisinya.

Posted in Gejala Penyakit Gula | Tagged , , , , , , | Leave a comment

Gejala Penyakit Gula

Kelainan kelenjar pankreas dapat menyebabkan terganggunya produksi hormon insulin. Jika produksi hormon ini terganggu akan menyebabkan timbulnya penyakit gula. Penyakit gula ini ditunjukkan dengan kurangnya atau tidak terbentuknya hormon insulin. Jika hormon insulin tidak terbentuk, kadar gula dalam darah akan tinggi.

Pada wanita hamil, kondisi ini sangat mempengaruhi metabolisme tubuhu ibu secara menyeluruh, pertumbuhan dan perkembangan janin. Jika tidak ditangani segera, pertumbuhan dan perkembangan janin akan terganggu,  terjadi abortus, persalinan prematur, kematian dalam rahim dan ukuran bayi besar (lebih dari 400 gram).

Gejala-gejala yang sering ditimbulkan pada penyakit gula adalah poliuri (banyak buang air kecil), polidipsi (banyak minum) dan polifagi (banyak makan).

Penyakit gula akan berpengaruh pula pada saat melahirkan, misalnya terjadinya gangguna kontraksi rahim. Gangguan ini akan mengakibatkan proses persalinan berlangsung lama karena ukuran janin yang besar. Pada kasus ini, sering dilakukan tindakan operasi.

Setelah melahirkan, penderita mudah terserang infeksi dan prses penyembuhan luka membutuhkan waktu yang lama. Penyakit gula merupakan penyakit keturunan. Dengan demikian, adanya kemungkinan bayi yang lahir potensial mengidap penyakit gula.

Posted in Gejala Penyakit Gula | Tagged , , , , , , | Leave a comment

Cara Mengendalikan Penyakit Gula

Penyakit gula darah atau penyakit kencing manis atau yang lebih dikenal dengan penyakit diabetes mellitus ini merupakan salah satu penyakit kronis berbahaya yang dapat mengancam nyawa penderita.

Bukan hal yang mudah untuk mengendalikan dan mengatasi penyakit gula darah atau kencing manis ini. Banyak cara yang dapat dilakukan untuk mengendalikan penyakit gula darah ini. Langkah-langkah yang saat ini banyak diikuti adalah hasil konsensus ADA (Asosiasi Diabetes Amerika Serikat) dan EASD( Asosiasi Diabetes Eropa).

Langkah pertama dalam mengendalikan penyakit gula darah adalah pengobatan non farmakologik, yaitu life style yang terdiri dari diet dan olahraga, ditambah obat metformin. Kemudian, apabila setelah 2 bulan gula darah belum terkendali baik, ditambahkan salah satu OHO lain yakni sulfonelurea, TZD, acarbose atau suntikan insulin basal.

Algoritma yang klasik dan masih dianut secara luas adalah seperti ini, tetapi metformin tidak diberikan pada langkah pertama, Insulin hanya diberikan jikalau OHO sudah maksimal.

Ada pula algoritma klasik dengan sedikit modifikasi antara lain dengan pemakaian metformin XR yang relatif baru. Contohnya seperti dibawah ini terapi pengendalian terhadap penyakit gula.

Posted in Gejala Penyakit Gula | Tagged , , , , , , , , , , , , , | 2 Comments

Gejala Penyakit Gula Darah

Gejala dari penyakit gula atau diabetes ini dapat dirasakan secara fisik. Berikut gejala-gejala dari penyakit diabetes mellitus atau penyakit gula, diantaranya :

1. Merasa lemah dan berat badan menurun

Gejala awalnya adalah berat badan menurun dalam waktu yang relatif singkat. Selain itu, sering merasa lemah, lesu dan tidak bergairah. Hal itu disebabkan glukosa yang merupakan sumber energi dan tenaga tubuh, tidak dapat masuk ke dalam sel. Oleh karena itu, sumber energi akan diambil dari cadangan lemak dan dari hati akan berkurang. Akibatnya, badan semakin kurus dan berat badan menurun.

2. Poliuria (banyak kencing)

Kadar glukosa darah yang berlebihan akan dikeluarkan melalui urine akibat tingginya kadar glukosa darah, penderita merasa ingin buang air kecil terus dan dalam volume urine yang banyak.

3. Polidipsia (banyak minum)

Makin banyak urine yang dikeluarkan, tubuh akan makin kekurangan air. Akibatnya, timbul rasa haus dan ingin minum terus.

4. Polifagia (banyak makan)

Kadar glukosa yang tidak masuk ke dalam sel, menyebabkan timbulnya rangsangan ke otak untuk mengirim pesan rasa lapar. Akibatnya penderita semakin sering makan. Kadar glukosa pun semakin tinggi, tetapi tidak seluruhnya dapat dimanfaatkan tubuh karena tidak bisa masuk ke sel tubuh.

5. Jumlah glukosa besar

Jumlah glukosa yang besar dalam urine dapat menyebabkan iritasi genital (kemaluan) akibat infeksi jamur.

6. Lensa mata berubah

Bentuk lensa mata sedikit berubah dan mengaburkan penglihatan untuk sementara waktu.

7. Luka sulit sembuh

Jika menimbulkan atau terjadi luka pada penderita akan sangat sulit sekali untuk sembuh. Hal ini berhubungan dengan sistim kekebalan pada tubuh penderita diabetes yang cenderung menurun.

Posted in Gejala Penyakit Gula | Tagged , , , , , , , , , | Leave a comment

Resiko Penyakit Gula Darah

Kencing manis atau penyakit gula, sudah dikenal sejak lebih kurang 2000 tahun yang lalu. Diabetes mellitus yang juga dikenal sebagai penyakit gula atau penyakit kencing manis, diketahui sebagai salah satu penyakit yang disebabkan oleh adanya gangguan menahun terutama pada sistem metabolisme karbohidrat, lemak dan juga protein dalam tubuh, gangguan metabolisme tersebut disebabkan kurangnya produksi hormon insulin, yang diperlukan dalam proses pengubahan gula menjadi tenaga serta sintesis lemak.

Kondisi yang demikian itu, mengakibatkan terjadinya hiperligkemia yaitu meningkatnya kadar gula dalam darah atau terdapatnya kandungan gula dalam air kencing dan zat-zat keton dan asam yang berlebihan ini menyebabkan terjadinya rasa haus yang terus-menerus, banyak kencing, penurunan berat badan meskipun selera makan tetap baik, penurunan daya tahan tubuh tetap terjadi.

Gambar metabolisme penyakit gula atau diabetes terhadap pankreas dan insulin

Jika ditinjau dari segi ilmiah, diabetes mellitus atau penyakit gula merupakan penyakit kelainan metabolik glukosa (molekul gula paling sederhana yang merupakan hasl pemecahan karbohidrat) akibat defisiensi atau penurunan efektivitas insulin. Insulin merupakan hormon yang berperan dalam metabolisme glukosa dan disekresikan oleh sel pada pankreas. Kurangnya sekresi glukosa insulin menyebabkan kadar glukosa darah meningkat dan melebihi batas normal jumlah glukosa yang seharusnya ada dalam darah. Kelebihan glukosa tersebut akan dibuang melalui urine (gejala penyakit diabetes mellitus ).

Tingginya kadar glukosa dapat merusak saraf, pembuluh darah dan arteri yang menuju ke jantung. Kondisi tersebut menyebabkan diabetes mellitus dapat meningkatkan resiko serangan jantung, stroke, gagal ginjal, penyakit pebuluh darah perifer, serta penyakit komplikasi lain.

Dalam kasus yang parah, diabetes mellitus dapat menyebabkan kebutaan bahkan kematian. Oleh karena itu, dibutuhkan penanganan serius dalam mengatasi penyakit ini.

Gangguan metabolik glukosa pada kasus diabetes mellitus akan mempengaruhi metabolisme tubuh yang lain seperti metabolisme karbohidrat, lemak, protein dan air. Gangguan metabolisme tersebut akhirnya menimbulkan kerusakan seluler pada beberapa jaringan tubuh.

Posted in Gejala Penyakit Gula | Tagged , , , , , , | Leave a comment